Archive for the ‘News National’ Category

JAKARTA – Pemerintah menetapkan bahwa harga jual eceran Bahan Bakar Minyak jenis minyak tanah, premium, dan minyak solar untuk keperluan rumah tangga, usaha kecil, usaha perikanan, transportasi, dan pelayanan umum tidak mengalami perubahan alias tetap.Hal ini disampaikan Kepala Biro Hukum dan Humas Kementerian ESDM, Sutisna Prawira, dalam siaran persnya seperti dikutip dari situs Kementerian ESDM, di Jakarta, Jumat (13/8/2010).

Penetapan harga ini terhitung berlaku mulai pukul 00.00 WIB pada 15 Agustus 2010 dan tetap mengacu kepada Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1 tahun 2009, tanggal 12 Januari 2009.

Adapun harga yang ditetapkan pemerintah ini berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi perkembangan harga minyak mentah dan harga produk BBM di pasar dunia dalam tiga bulan terakhir yang lebih rendah dari asumsi makro APBN-P 2010.

Selain itu, dilihat juga berdasarkan rata-rata harga minyak mentah Indonesia (ICP) tahun 2010 sampai bulan Juli sebesar USD77,38 per barel.

“Dengan mempertimbangkan hal tersebut serta perkembangan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika dan stabilitas perekonomian nasional pada bulan Ramadan,” katanya.

Seperti diketahui, harga untuk bensin premium tercatat sebesar Rp4.500 per liter, minyak solar sebesar Rp4.500 per liter, dan minyak tanah (kerosene) sebesar Rp2.500 per liter.

JAKARTA– Para petinggi Mabes Polri bersikukuh KH Abu Bakar Ba’asyir berperan aktif menyokong pendanaan camp militer teroris di Aceh. Hal itu dibuktikan dengan adanya sejumlah transaksi keuangan mencurigakan via bank.“Saya tidak bisa menjelaskan detail satu per satu. Namun kisaran yang sudah disampaikan itu mendekati angka Rp1 miliar,” ujar Wakadiv Humas Mabes Polri Kombes Pol I Ketut Untung Yoga di Jakarta, Jumat (13/8/2010).

Sayangnya, Yoga tidak bersedia menyebutkan nomor rekening serta nama pemiliknya. Kini pihak kepolisian masih terus melakukan pelacakan dengan bantuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Dalam kaitan ini, PPATK hanya melakukan pelacakan atas permintaan polisi terhadap sejumlah nomor rekening yang diduga dipakai transaksi dana teroris. Tidak seperti transaksi mencurigakan untuk mencuci uang hasil kejahatan, aliran dana teroris sulit dideteksi.

Pasalnya, aliran dana teroris biasanya berjumlah kecil dan ditransfer melalui banyak nomor rekening yang berbeda-beda, sehingga pihak pengelola jasa keuangan tidak mencurigai transaksi ini. Karena itu PPATK baru bergerak setelah ada permintaan khusus dari Densus 88 untuk menelusuri transaksi tertentu, seperti dalam kasus Ba’asyir.

Seperti diketahui, PPATK telah terhubung secara online dengan pengelola jasa keuangan seperti bank, money changer, pedagang permata, dan lain-lain. Setiap ada transaksi mencurigakan, pihak pengelola jasa keuangan berkewajiban melapor ke PPATK. Transaksi keuangan mencurigakan biasanya dilakukan di luar pola umum yang biasa dipakai nasabah.

“Yang saya jelaskan dan juga telah disampaikan Pak Kabareskrim itu ada bukti transfer. Namun tidak bisa disebutkan namanya,” ungkap Untung Yoga.

JAKARTA – Kepala Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Pusat Haryadi menyatakan dua korban tewas dalam peristiwa kebakaran di Gedung Pelni, Jakarta Pusat, ditemukan dalam kondisi kaku di dalam lift di lantai 7.“Korban meninggal bukan karena terbakar, tapi karena kehabisan oksigen,” tutur Haryadi di lokasi, Jumat (6/8/2010).Sementara itu, petugas Damkar Heri, korban ditemukan setelah timnya menjebol lift di lantai 7.

“Ditemukan dua orang tewas dengan posisi meringkuk. Kondisi tubuh tidak terbakar,” jelas Hari.

Saat ini, puluhan petugas gabungan dari Damkar dan Badan SAR Nasional terus melakukan pencarian untuk mencari kemungkinan korban lain yang masih tertinggal.

Sementara itu dua korban tewas teridentifikasi bernama Dadang Nurdin, warga Kampung Kayu Putih, Jakarta Timur, berusia 50 tahun. Dadang merupakan pensiunan Pelni namun dipekerjakan kembali sebagai supervisor di perusahaan SGS.

Sementara korban kedua, Edi Pramono (27), merupakan warga Kampung Cerewet Bekasi. Edi merupakan teknisi gedung. Kedua jenazah kini dibawa ke RSCM untuk menjalani autopsi.

Jakarta – Banyak temuan baru dalam persidangan kasus Mafia Hukum Gayus Tambunan. Sejumlah nama yang disebut-sebut terlibat, masih belum tersentuh penyidik.
Mabes Polri beralasan tidak semua pengakuan di persidangan bisa dijadikan bukti untuk menyeret seseorang jadi tersangka. “Kita ikuti dulu apakah ada hal-hal yang baru yang terkait dengan yang sudah kita dapati. Nanti kita evaluasi,” ujar Kadivhumas Mabes Polri Irjen Edward Aritonang saat dihubungi, Rabu (4/8/2010).

Edward menjelaskan, Bareskrim telah mengirim penyidiknya untuk memantau perkembangan persidangan. Temuan-temuan baru nantinya akan menjadi bahan bagi penyidik untuk mengembangkan arah penyidikan.

“Apa yang muncul di persidangan nanti kita ikuti dulu, mungkin ada hal yang baru. Itu semua kita evaluasi. Jadi nanti jangan ditanyakan satu persatu. Perlu waktu untuk mengecek,” tukas jenderal bintang dua ini.

Terkait perusahaan Grup Bakrie yang disebut Gayus, Edward mengaku belum sempat mengkonfirmasi kepada penyidik. Edward juga tidak menjelaskan apakah perusahaan Bakrie yang diduga menyuap Gayus itu sudah diperiksa.

“Saya belum dapat itu perusahaan mana saja arahnya. Perusahaan (yang ditangani) Gayus saja, itu kita masih banyak yang harus kita tindaklanjuti,” tandasnya.

Sebelumnya, dalam persidangan AKP Sri Sumartini, Gayus mengakui menerima suap Rp 5 miliar dalam penanganan kasus pajak PT Kaltim Prima Coal (KPC). Duit itu diterima melalui perantara konsultan pajak, Alief Kuncoro.

“Saya diminta tolong untuk mengurus pajak PT Kaltim Prima Coal pada tahun 2001, 2003, dan 2005. Saya mendapat uang US$ 500 ribu atau sekitar Rp 5 miliar dari Alief Kuncoro,” ujar Gayus.

Rupiah. Foto: Heru Haryono-Okezone

JAKARTA – Positifnya Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) ternyata tak berjalan searah dengan rupiah. Mata uang Indonesia tersebut justeru melemah pada hari ini.Menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah melemah ke level Rp8.945 per USD jika dibandingkan dengan hari sebelumnya yang ada di posisi Rp8.941. Sementara yahoofinance menyebutkan rupiah berada di posisi Rp8.957,5 per USD, dengan kisaran perdagangan harian di Rp8.932-8.957.Sementara terhadap mata uang lainnya, umumnya dolar mengalami penguatan. Euro diperdagangkan turun menjadi 1,3216 dolar dan 112,89 yen, turun dari 1,3225 dolar dan 113,52 yen di New York.

Tetapi, USD malah jatuh ke tingkat terendah dalam lebih dari delapan bulan terhadap yen di Asia, karena lemahnya data ekonomi AS yang mendorong keraguan tentang pemulihan ekonomi negara Paman Sam tersebut.

Dolar ditransaksikan di 85,62 yen per USD dalam perdagangan sore di Tokyo setelah jatuh ke 85,39 yen, terendah sejak akhir November. Dolar dibeli pada 85,80 yen di New York akhir Selasa.

USD terpukul oleh laporan tentang sedikit melemahnya pengeluaran konsumen AS serta penurunan pesanan pabrik dan penjualan home pending atau rumah yang pengurusannya belum selesai atau tertunda, yang menambah kekhawatiran tentang keadaan pemulihan AS.

Denpasar – Wacana memindahkan Ibukota Bali dari Denpasar ke Buleleng menguat. Buleleng menjadi pilihan karena daerah ini memiliki sejarah pernah menjadi Ibukota Sunda Kecil pada masa pemerintahan Soekarno.

Hal ini disampaikan Anggota Dewan Pembina Pasemetonan Buleleng Bersatu (PBB) Ketut Lanang Perbawa Sukawati di sekretariatnya, Jl Tukad Pancoran, Denpasar, Rabu (4/8/2010).

Di samping itu, Buleleng memiliki sejarah yang sangat besar di Bali. Kota Singaraja, Buleleng pernah menjadi Ibu Kota Sunda Kecil. Namun, Ibu Kota Sunda Kecil dipindah pada tahun 1950-an.

“Kini saatnya mengembalikan Ibukota Bali ke Buleleng untuk memeratakan pembangunan di Bali. Buleleng telah berpengalaman menjadi pusat pemerintahan,” kata Lanang yang juga Ketua KPUD Bali.

Sementara itu, Ketua Forum Alumni KMHDI Buleleng Ketut Udi Prayudi mengatakan Buleleng memiliki geografis dan infrastruktur yang sangat mendukung.

Buleleng telah memiliki bandara perintis Letkol Wisnu dan lahan membangun bandara yang lebih besar dari Bandara Ngurah Rai. Di Buleleng juga terdapat pelabuhan seperti Pelabuhan Buleleng sebagai perdagangan, Pelabuhan Industri Celukan Bawang dan Pelabuhan Perikanan di Sangsit.

“Geografis Buleleng dan insfrastruktur sangat mendukung,” kata Prayudi.

Jakarta – Pemerintah sedang mengkaji opsi-opsi untuk mengurangi disparitas harga elpiji 3 kg dengan elpiji 12 kg. Salah satu opsinya yaitu menaikkan harga elpiji 3 kg agar sama dengan harga elpiji 12 kg. Kemungkinan subsidi untuk elpiji 3 kg ini akan diberikan dalam bentuk kupon seperti program raskin.

“Kelihatannya akan ada semacam kupon kepada mereka sehingga harga elpiji 3 kg di pasar sama,” ujar Dirjen Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka (ILMTA) Kementerian Perindustrian, Anshari Bukhari dalam sebuah diskusi di Sari Kuring, Kawasan SCBD, Jakarta, Rabu (3/8/2010).

Dalam rapat koordinasi yang dilakukan pada Senin (2/8/2010) lalu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Evita Herawati Legowo telah mengusulkan dua opsi untuk mengatasi disparitas harga kedua jenis elpiji tersebut.

Kedua opsi itu yaitu menyesuaikan harga elpiji 3 kg agar sama dengan elpiji 12 kg, sementara opsi lainnya yaitu menurunkan elpiji 12 kg agar sama dengan elpiji 3 kg.

Dari hasil rapat koordinasi yang dihadiri dari Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian ESDM, Kemenkokesra, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Transmigrasi dan Tenaga Kerja, disimpulkan untuk lebih cenderung memiliki pendekatan alternatif pertama sebagai solusi untuk atasi disparitas harga tersebut.

Namun, ia mengaku, opsi-opsi tersebut masih belum diputuskan. Rencananya pada tanggal 9 Agustus mendatang, pemerintah akan membahas lebih lanjut soal pelaksanaan teknis jika opsi-opsi tersebut diterapkan.

Ia menyatakan, jika opsi yang terpilih adalah opsi menyesuaikan harga 3 kg, maka kemungkinan subsidi untuk elpiji 3 kg ini akan diberikan dalam bentuk kupon seperti program raskin.

“Dari perhitungan, konsepnya akan disesuaikan akan mengikuti program raskin yang selama ini berlangsung dan dinilai positif,” jelasnya.

Ia menambahkan, upaya untuk mengatasi disparitas harga ini harus dilakukan karena berdasarkan data yang ada menunjukkan kecelakaan ledakan elpiji yang terjadi akhit-akhir ini karena adanya pengoplosan dari elpiji 3 kg ke elpiji 12 kg.

“Ini terjadi karena memang disparitas harga yang cukup signifikan antar elpiji 12 kg dengan 3 kg,” tambahnya.

Sebelumnya, Direktur Pertamina Karen Agustiawan mengusulkan agar elpiji isi 12 kg ikut disubsidi pemerintah. Usulan ini disampaikan untuk menekan tingginya disparitas harga antara elpiji 3 kg dengan 12 kg sehingga tidak ada lagi pengoplosan.